Main Article Content

Abstract

Masalah yang dihadapi siswa antara lain kurangnya pemahaman konsep matematika siswa terhadap materi Perpangkatan dan bentuk akar, kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran, siswa cenderung pasif dalam pembelajarandan Pandangan siswa yang menilai bahwa matematika sulit dipahami. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Indikator keberhasilan penelitian ini yaitu adanya pencapaian rata-rata persentase pemahaman konsep berdasarkan nilai tes akhir siklus meningkat dibandingkan sebelumnya dengan rata-rata minimal menunjuk kriteria tinggi dan 70% siswa dikelas mencapai KKM ≥ 75, dan sebagai pendukung yaitu pencapaian keterlaksanaan pembelajaran matematika minimal menunjuk kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase pencapaian tes pemahaman konsep siklus 1 ke siklus 2 berturut-turut adalah 67,3% (sedang) menjadi 75,3% (tinggi), peningkatan persentase siswa yang tuntas KKM dari siklus 1 ke siklus 2 berturut-turut adalah 51,3% siswa menjadi 74,35% siswa. Persentase keterlaksanaan pembelajaran guru siklus 1 ke siklus 2 yaitu 66,7% (sedang) menjadi 88,9% (tinggi) dan persentase aktivitas siswa siklus 1 ke siklus 2 yaitu 55,7% (sedang) menjadi 83,3% (tinggi). Penerapan model pembelajaran improve berbantuan kertas origami pada pelajaran matematika dapat dijadikan sebagai variasi sekaligus alternatif dalam memberikan pembelajaran yang menunjang dalam pencapaian pemahaman konsep matematika siswa, karena didalamnya sangat memotivasi siswa untuk mencari pengalaman sendiri dalam menemukan sebuah konsep.

Keywords

Konsep Matematika Pembelajaran Improve Origami

Article Details

References

  1. Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara.
  2. Fathurrohman dan Sulistyorini, 2012. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta : Sukses Offset.
  3. Lestari, Karunia Eka dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT. Refika Aditama.
  4. Setyowati N, Bambang Eko Susilo & Masrukan. 2016. “Penggunaan Alat Peraga Peluang”. Jurnal Matematika Kreano-inovatif, 1, 25-26.
  5. Subyantoro. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang.
  6. Sundayana, Rostiyana. 2014. Media dan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Alfabeta.
  7. Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Prenada Media Group.
  8. Suyadi. 2012. Buku Panduan Guru Profesional: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Yogyakarta: ANDI.
  9. Suyitno, A. 2004. Dasar-dasar Proses Pembelajaran Matematika 1. Semarang: FMIPA UNNES.
  10. Widoyoko dan Kadarwati. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Vera. (2014). “Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematika Dan Sikap Positif Terhadap Matematika Siswa SMP Nasrani 2 Medan”