Main Article Content

Abstract

Pembelajaran matematika kelas V SD Negeri 172/X Lambur II dalam Pemecahan masalah matematika menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang sebenarnya, namun kondisi real kemampuan pemecahan masalah peserta didik masih beragam.


Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas V Sekolah Dasar berdasarkan teori polya. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan penelitian kualitatif yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan jenis penelitian fenomenologi.


Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peserta didik memiliki kemampuan pemecahan masalah yang beragam. Kemampuan pemecahan masalah matematika dapat dilihat dari proses penyelesaian dan hasil penyelesaian masalah dalam soal. Subjek yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika adalah subjek yang mampu menerapkan indikator pemecahan masalah secara lengkap menurut teori Polya, yaitu memahami masalah, membuat rencana/strategi, melaksanakan rencana/strategi dan memeriksa kembali.


Kesimpulan dari hasil analisis yaitu kemampuan pemecahan masalah matematika terhadap 21 peserta didik terdapat 8 atau 38% peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tinggi, 7 atau 33,33% peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori sedang dan 6 atau 28,57% peserta didik yang memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan kategori rendah.

Keywords

kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

Article Details

Author Biographies

Rama Dhani Rama, Universitas Jambi

Mahasiswa PGSD Universitas Jambi

Violita Zahyuni Violita , Universitas Jambi

Dosen PGSD Universitas Jambi

References

  1. Akbar, P., Hamid, A., Bernard, M., & Sugandi, A. I. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Disposisi Matematik Siswa Kelas XI SMA Putra Juang dalam Materi Peluang. Jurnal Cendekia:Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 144-153.
  2. Astuti, S. P. (2015). Pengaruh Kemampuan Awal Dan Minat Belajar. Jurnal Formatif, 5(1), 68–75.
  3. Cahyani, H., & Setyawati, R. W. (2016). Pentingnya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui PBL untuk Mempersiapkan Generasi Unggul Menghadapi MEA. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 151–160.
  4. Effendi, L. A. (2012). Pembelajaran Matematika dengan Metode Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(2), 1–10.
  5. Mairing, J. P. (2018). Pemecahan Masalah Matematika Cara Siswa Memperoleh Jalan untuk Berpikir Kreatif dan Sikap Positif. Bandung:Alfabeta
  6. Mayer, R. E. (2012). Problem Solving. Encyclopedia of Human Behavior: Second Edition, 181–186.
  7. Nissa, I. C. (2015). Pemecahan Masalah Matematika Teori dan Contoh Praktek. Mataram:Duta Pustaka Ilmu
  8. Patrick (2019). Pendidikan Kesehatan Tentang penyakit Menular. Pegaruh dan Dampak dari Virus Corona ( Covid-19 ). 1–15.
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
  10. Sari, D. P. (2016). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa. Universitas Negeri Semarang.
  11. Yantoro, Y. (2019). Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pada Mata Kuliah Konsep Dasar Matematika Di Universitas Jambi. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar,4(1), 76-