Main Article Content

Abstract

Keaktifan belajar yang rendah menyebabkan prestasi belajar peserta didik kelas XI MAN Kota Tegal masih ada yang belum mencapai KKM sehingga pemilihan  model pembelajaran harus tepat salah satunya adalah model pembelajaran TS–TS dengan Pendekatan konsep. Tujuan penelitian ini adalah untuk medeskripsikan: (1) apakah prestasi belajar matematika peserta didik dengan model pembelajaran TS–TS dengan pendekatan konsepyang nilainya 70 mencapai target; (2) apakah keaktifan belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TSdengan pendekatan konsep lebih baik daripada pembelajaran konvensional; (3) apakah prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TSdengan pendekatan konsep lebih baik daripada pembelajaran konvensional; (4) apakah ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika antara peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TS dengan pendekatan konsep dengan pembelajaran konvensional; (5) apakah keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TSdengan pendekatan konseplebih baik daripada pembelajaran konvensional..Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI semester II MAN Kota Tegal tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 363 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik clusterrandomsampling. Sampel penelitian ini adalah peserta didik  kelas  XI IIS 1 dan XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen, dan kelas IIS 4 dan IIS 5 sebagai kelas kontrol.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, tes, dan observasi. Instrumen telah teruji validitas dan reliabelitas pada taraf signifikan 5%. Teknik analisis data menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, uji t satu pihak kanan, uji analisis MANOVA dan -Hotteling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) prestasi belajar matematika peserta didik dengan model pembelajaran TS–TS dengan pendekatan konsepyang nilainya 70 mencapai target; (2) keaktifan belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TSdengan pendekatan konsep lebih baik daripada pembelajaran konvensional; (3) prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TSdengan pendekatan konsep lebih baik daripada pembelajaran konvensional; (4) ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika antara peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TS dengan pendekatan konsep dengan pembelajaran konvensional; (5) keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik menggunakan model pembelajaran TS–TSdengan pendekatan konseplebih baik daripada pembelajaran konvensional.

Keywords

Model Two Stay – Two Stray Keefektifan Prestasi

Article Details

References

  1. Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
  2. Astrikumarawati. 2017. Peningkatan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Kewirausahaan Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) Di SMK Negeri 8 Purworejo. Online. https://dayufunmath.wordpress.com/2012/01/12/peningkatan-keaktifan-dan-prestasi-belajar-siswa-pada-pembelajaran-kewiraushaan-dengan-model-pmbelajaran-kooperatif-NHT/. (12 Januari 2017).
  3. Hamalik, Oemar. 2009. Proses Belajar mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksar.
  4. Hamdani. 2010. Stategi Belajar Mengajar. Bandung : Pusaka Setia.
  5. Hasan, Iqbal. 2009. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Huda Miftahul. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  7. Ida Nur, Purwantoyo. 2012. Efektivitas Kooperatif Two Stay-Two Stray Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa. dalam Jurnal Pendidikan UNNES. Online. ISSN 2252-6579.
  8. Muhibbin Syah. 2003. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru Dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  9. Mulyasa, E. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidi¬kan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
  10. Nurhadi, dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
  11. Ponoharjo. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Tegal : Badan Penerbitan Universitas Pancasakti Tegal.
  12. Rochman Natawijaya. 1992. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.
  13. Sagala, Syaiful. 2007. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
  14. Shoimin, Aris. 2014.68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
  15. Slameto. 2003. Belajar Danfaktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta Jakarta.
  16. Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung : Tarsito.
  17. Sugiono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
  18. Sukardi. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  19. Susongko, Purwo. 2014. Penilaian Hasil Belajar. Tegal : Badan Penerbitan Universitas Pancasakti Tegal.
  20. Sutrisno, Retnawati. 2015. Komparasi Pendekatan Penemuan Terbimbing dalam Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dengan Two Stay Two Stray. dalam Jurnal Pendidikan UNY. Online. Volume 10. Nomor 1.
  21. Syaiful Bahri Djamarah. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
  22. Trianto. 2010. Pengertian Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
  23. Vincent. 1995. Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan. Jilid I. Bandung : Tarsito.
  24. Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif dan Kontemporer. Jakarta : Bumi Aksara.